Latest News

Perkenalan Pertama

Senin, Mei 05, 2008 , Posted by dntq at 16.23

Assalamu alaikum
Hi teman-teman
Namaku Hatim Abdurrahman. Lahir 9 Februari 2007. Abiku (ayah) namanya Taqdir, Umiku namanya Luniet Anggrita Anggarini.
Teman-teman
hatim mau cerita sedikit seputar detik-detik yang mendebarkan sebelum hatim lahir...begini ceritanya....ih ih ih ihh..lho, kok kayak cerita misteri :)

Tanggal 8-2-2007 hari Kamis adalah tanggal HPL kelahiranku…tapi ketika hari itu tiba, umi belum merasakan kontraksi sedikit pun sebagai salah satu tanda dekatnya waktu melahirkan.
Setelah shalat subuh dan berdzikir, umi merasa ada cairan yang sedikit kental, berwarna putih, sedikit kekuningan mengalir keluar dari pintu jalan lahir. Cuma sebentar dan berhenti.
Siang harinya sekitar jam 11.00, ketika umi bangun dari tidurnya, cairan yang sama dengan cairan yang sudah saya ceritakan tadi keluar lagi…tetapi lebih sedikit dan lebih berwarna kuning.
Sore harinya umi diantar oleh abiku berangkat ke dokter Dyah Rumekti Spog untuk periksa rutin. Saat itu BB umi: 55 Kg, TD: 110/70 mmHgg, hasil USG: Janin (saya) sudah turun banget, jantungku alhamdulillah normal. Hasil dari periksa air ketuban cukup mengagetkan dan menghawatirkan abi dan umiku…Ternyata, di antara empat kantong (pertukaran ketuban), yang tiga sudah kosong…(apa karena sudah keluar pagi dan siang tadi ya?)...kedalaman cairan amnion sisa 3,5 cm, padahal seharusnya 10 cm, kata dokter beberapa hari yang lalu, pemeriksaan sebelumnya, “Jika kedalaman mendekati 5 cm hrs diinduksi, krn cairan penting u bayi saat menahan kontraksi. Benar saja, dokter memutuskan, malam itu juga umiku harus mondok (opname). Tentu saja kedua orang tuaku kaget, tetapi itu tidak berlangsung lama. Abi segera menelpon eyang; baik yang ada di Yk maupun yang di Makassar, untuk mengabarkan bahwa waktu melahirkan sebentar lagi tiba. Abi pulang ke rumah mengambil perlengkapan dan pakaian untuk melahirkan (semuanya sudah disiapkan jauh-jauh hari). Abi datang bersama eyang….

Jam 21.00 WIB, dokter melakukan induksi dengan tablet. Selama satu jam umiku hanya boleh berbaring, tidak boleh duduk, apalagi berjalan.
Jam 22.00 WIB, belum ada reaksi dari obat
Sekitar sepuluh menit, kontaksi ringan mulai terasa, dan pada jam 23.00 kontraksi terasa hebat dan kuat
Waktu terus berjalan dan rasa sakit yang mendera umiku semakin hebat. Rasa sakit itu menghalangi umiku untuk tidur dalam keadaan berbaring, bisanya tidur sambil duduk, padahal beliau butuh istirahat demi menghadapi persalinan ini. Alhamdulillah abiku perhatian sama umi, beliau duduk di belakang umi sambil menahan punggung umi, biar bisa tidur sambil duduk.
Jam 02.00 malam, dokter datang dan memeriksa umiku. Hasilnya, umi sudah mengalami bukaan satu. Jantungku juga diperiksa dan alhamdulillah denyutannya kuat
Setelah dokter pergi, sakit yang dirasakan umi semakin bertambah, beliau meronta-ronta menahan sakit, sementara abi terus menahan punggung dalam posisi, sampai-sampai pinggang abi sakit…kasihan abiku.
Jam 04.00 umiku dipindahin ke ruangan bersalin dengan kursi roda. Umi tiduran sambil menunggu doter Dyah datang. Karena sakit semakin mendera, umi harus berguling-guling di atas tempat tidur. Perawat yang mendampingi, menasehati agar tidur miring ke kiri, katanya sih untuk memudahkan janin turun ke jalan lahir . padahal kata umi, tidur miring itu semakin menambah rasa sakit
Jam 06.00 tgl 9-2-2007 bukaan lima, denyut jantung kuat alhamdulillah
Jam 07.00, bukaan lengkap. Mulailah umi mengejan untuk mendorong aku keluar. Rupanya aku ngeyel juga , ngga mau keluar-keluar. Umi sampai kehabisan tenaga..kasihan. Tidak henti-hentinya abi memberi semangat dan menuntun dengan doa agar umi kuat dan berhasil dan akhirnya
Jam 07.35 saya lompat keluar alhamdulillah. Saya lahir dengan sempurna, normal.

Currently have 2 komentar:

  1. Alhamdulillah.. Hatim keluar dengan selamat dan bertumbuh lucu sehat sampai sekarang, ya :D